Aspek
Pemasaran : Spesifikasi Produk dan Product Differentiation
Contoh aspek pemasaran yang pertama adalah
spesifikasi produk. Produk adalah setiap hal berupa barang maupun jasa yang
ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan konsumen.
Keputusan-keputusan tentang produk dalam
aspek pemasaran mencakup bentuk penawaran secara fisik, merknya, kemasaran,
garansi, dan servis purna jual.
Pengembangan produk dapat dilakukan setelah
mengetahui keperluan dan keingingan pasarnya. Jika masalah ini telah selesai
maka keputusan mengenai harga, distribusi dan promosi dapat diambil.
Selain itu produk juga tidak selalu
diidentikan dengan barang. Produk yang tidak berwujud disebut dengan jasa.
Jasa ialah segala tindakan maupun unjuk kerja
yang ditawarkan ke pihak lain yang intangible dan tidak menyebabkan perpindahan
kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada
suatu produk fisik.
Penentuan spesifikasi produk dapat dilihat
dari kondisi pasar yang ada dengan melakukan analisis aspek pemasaran yang
lainnya.
Pengertian pasar adalah kelompok pembeli
potensial dari produk dan merk yang ada. Jadi ada suatu kaitan erat antara
pasar dengan produk yang ditawarkan penjual.
Oleh karena
itu segmentasi pasar akan produk sangat diperlukan agar produk yang ditawarkan
sesuai dengan keinginan pasarnya. Apabila produk yang ditawarkan berbeda, pasar
yang dituju juga berbeda. Dalam hal ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran
dalam masalah pembedaan produk (product differentiation).
Product
Differentiation ini merupakan dasar bagi penjual dalam
menentukan motif-motif pembelian selektif. Chamberlin telah mendefinisikan
konsep tersebut dengan mengatakan bahwa : “Kelompok barang itu berbeda
jika terdapat faktor-faktor penting yang dapat membedakan barang dari seorang
penjual lainnya. Faktor-faktor tersebut sangat penting karena dapat menimbulkan
selera yang berbeda-beda pada para pembeli”. Jadi barang-barang itu
berbeda apabila konsumen percaya bahwa barang-barang tersebut berbeda.
Ada barang-barang lain yang secara fisik
tidak mudah dibedakan seperti garam dan semen. Namun produk tersebut dapat pula
dibuat berbeda dengan memberikan bungku atau merk yang berbeda. Biasanya produk
semacam ini hanya dapat menghasilkan laba yang memuaskan bilamana permintaanya
melebihi penawaran.
Jadi strategi pemasarannya adalah mendorong
permintaan pada batas-batas penawaran tertentu. Karena pasar untuk barang seperti
ini bersifat homogen maka permintaan menjadi sulit ditingkatkan.
Oleh karena
itu perusahaan perlu menggunakan strategi lain. Dalam hal ini strategi yang
lebih baik dalam aspek pemasaran pada kasus spesifikasi produk dan product differentiation misalnya membuat merk baru
atau membuat kemasan baru.
Aspek Pemasaran :
Segmentasi Pasar
Apabila analisis aspek pemasaran pada
spesifikasi produk dan Product Differentiation didasarkan pada pemisahan
atau pengkhususan di antara produk-produk, maka segmentasi pasar didasarkan
pada pemisahan atau pengkhususan diantara para calon konsumen sebagai pasar.
Pada kenyataannya, pasar itu bersifat heterogen oleh
karena itu sulit kiranya bagi perusahaan untuk memasarakan produknya (kecuali
produk tertentu seperti garam) tanpa mengadakan segmentasi pasar.
Pada kasus seperti ini perusahaan harus dapat menentukan
beberapa segmen pasar dan kemudian baru mengalokasikan sumber-sumber ke segmen
tersebut.
Adapun definisi segmentasi pasar adalah kegiatan
membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam
satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
Jadi perusahaan membagi pasarnya ke dalam segmen-segmen
pasar tertentu dimana tiap-tiap segmen tersebut memiliki sifat homogen. Hal ini
disebabkan karena dalam kenyataanya masih terdapat produk yang memiliki sifat
heterogen pada seluruh pasar atau produk tersebut hanya diperlukan oleh
kelompok pasar tertentu saja.
Sedangkan homogenitas pada tiap segmen dikarenakan
terdapat differensiasi pada cara dalam membeli, cara dalam menggunakan produk,
keperluan pemakai, alasan dilakukan pembelian, tujuan pembelian itu sendiri dan
sebagainya.
Jadi segmentasi ini merupakan proses yang menyeluruh di
mana perusahaan harus memperhatikan pembelian dari masing-masing segmen. Paling
tidak usahanya akan lebih ekonomis dapabila unit-unit pembelian itu
dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok saja. Ini semua tidak terlepas dari
usaha mencapai laba maksimum.
1.
Kriteria
Segmentasi
Pada aspek pemasaran segmentasi pasar, manajemen harus
memiliki kriteria tertentu agar menempatkannya dalam posisi yang lebih baik.
Setiap kriteria yang dipakai harus dibuat ukuran-ukurannya.
Tingkat permintaan rata-rata untuk suatu merk harus
berbeda antara segmen yang satu dan lainnya. Begitu pula tingkat sensitivitas
pembeli terhadap kebijaksanaan promosi dan pemasaran perusahaan.
Selain itu media pengiklanan tertentu harus tersedia
sesuai dengan segmentasi pasar supaya segmen tersebut dapat dicapai secara
efisien. Pada akhirnya segmen harus cukup besar sehingga strategi dapat
diutamakan untuk peningkatan laba.
Faktor-faktor
yang digunakan untuk menyusun aspek pemsaran segmentasi pasar adalah :
- Demografi
Seperti
umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama, kesukaan, pendidikan dan
sebagainya.
- Tingkat Penghasilan
- Sosiologis
Seperti
kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya
- Psikologis/psikhografis
Seperti
kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan dan sebagainya.
2.
Syarat-syarat
mengadakan segmentasi
Segmen
pasar yang memiliki ciri khas ialah segmen yang belum terlayani maupun telah
terlayani namun belum maksimal.
Terdapat
3 faktor dalam mendukung usaha segmentasi untuk lebih efektif, diantaranya :
- Measurability
Tingkat informasi yang ada mengenai sifat-sifat pembeli.
Sejauh mana sifat tersebut dapat dikukur. Misalkan untuk mengukur jumlah
pembeli mobil yang pembeliannya didorong oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi
ataukah status atau kualitas.
- Accesibility
Tingkat dimana perusahaan iru secara efektif memusatkan
usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilihnya. Misalkan kegiatan
periklanannya belum tentu sama antara segmen yang lama dengan segmen yang baru.
- Substaintiality
Tingkat
dimana segmen itu adalah luas dan cukup untuk melakukan kegiatan pemasaran
tersendiri.
Aspek Pemasaran : Analisa
Pasar dan Peramalan Permintaan
Analisis aspek pemasaran meliputi analisa pasar.
Analisa pasar merupakan langkah pertama dalam
merencanakan strategi yang sesusai dengan kondisi pasar untuk menangkap peluang
dan mengembangkan usaha.
Pada umumnya analisis ini akan menghasilkan pembaharuan
dalam bentuk pemasaran, keuntungan yang diperoleh jika membeli suatu produk
seperti diskon dalam situasi dan keadaan tertentu atau berupa hadiah langsung.
Analisis pasar dan pemasaran pada tingkat lanjut adalah dengan
melakukan analisa dan peramalan permintaan. Adapun hal yang perlu diperhatikan
adalah :
1.
Permintaan
Pasar
Pada evaluasi kesempatan pemasaran, kebanyakan perusahaan
memilai dengan melihat permintaan pasar. Kemudian apa yang dimaksud dengan
permintaan pasar.
Kotler mengemukakan definisi permintaan pasar
bagi suatu produk adalah “volume
total yang akan dibeli oleh kelompok pembeli tertentu dalam lingkungan pemasran
tertentu dan program pemasaran tertentu pula”.
Melihat definisi tersebut kita dapat melihat bahwa
permintaan pasar itu bukanlah merupakan sebuah konsep yang sederhana karena di
dalamnya terdapat 8 unsur penting seperti :
- Produk
- Volume
Total
- Dibeli
- Kelompok
Pembeli
- Daerah
geografis
- Periode
Waktu
- Lingkungan
Pemasaran
- Program
Pemasaran
2.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Permintaan Pasar
Menurut para ahli ekonomi, terdapat beberapa faktor utama
sebagai penentu dari permintaan pasar. Faktor-faktor tersebut adalah :
- Harga
produk
- Harga
produk lain
- Penghasilan
pembeli
- Selera
pembeli
Pada
faktor-faktor tersebut perlu ditambahkan adanya faktor penentu non-harga
seperti :
- Usaha
periklanan
- Usaha
penjualan dengan salesman
3.
Analisa
Volume Penjualan dan Biaya Pemasaran
Analisa volume penjualan pada aspek pemasaran analisa
pasar dan peramalan permintaan merupakan suatu studi mendalam tentang masalah
“penjualan bersih” dari laporan rugi-laba perusahaan. Manajemen perlu
menganalisa volume penjualan total dan juga volume itu sendiri. Analisa
tersebut dapat didasarkan pada :
- Product Line
- Segmen
pasar (teritorial, kelompok pembeli, dan sebagainya)
Dalam menganalisa, manajer dapat membandingkan
penjualannya dengan sasaran perusahaan dan juga dengan penjualan industri.
Analisa volume penjualan sangat bermanfaat dalam evaluasi
dan pengendalian kegiatan pemasaran perusahaan.
Selain analisa mengenai volume penjualan,
manajer dapat mengadakan analisa biaya pemasaran untuk menentukan Profitabilitas (kemampuan untuk mendapatkan laba)
daerah penjualannya, product line, maupun unit-unit pemasaran yang lain.
Analisa biaya pemasaran merupakan studi mendalam tentang
masalah biaya operasi dari laporan rugi-laba perusahaan. Juga untuk berbagai
pos biaya, perusahan dapat membuat sasaran yang dianggarkan dan kemudian
menganalisa variasi-variasi antara biaya yang dianggarkan (dibudgetkan) dengan
biaya sesungguhnya.
4.
Mengestimasikan
Penjualan Potensial
Dalam melayani kebutuhan pasarnya, perusahaan perlu
memperkirakan penjualan potensialnya. Ini dibuat untuk menunjukkan seberapa
besar kemampuan perusahaan dalam melayani atau mengisi kebutuhan tersebut.
Hal ini penting dilakukan dalam aspek pemasaran dalam
pengelolaa usaha untuk meramalkan penjualan selanjutnya.
Penjualan potensial sendiri merupakan tingkat penjualan
maksimum yang dapat dicapai oleh penjual. Melihat definisi tersebut, penjualan
potensial dapat ditentukan berdasarkan 2 macam faktor yaitu :
- Penjualan Potensial Industri
Tingkat
penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh seluruh penjual barang atau jasa.
- Penjualan Potensial Perusahaan
Tingkat
penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh sebuah perusahaan.
5.
Peramalan
Penjualan
Peramalan penjualan yang tepat pada aspek pemasaran dalam
kewirausahaan ataupun pengelolaan usaha sangat diperlukan dalam setiap tahap
perencanaan bisnis.
Manajer pemasaran harus mempunyai ramalan penjualan yang
dimaksudkan untuk :
- Menentukan
kuota
- Dipakai
sebagai pedoman di dalam pengembangan produk
- Merencanakan
promosi
- Mengalokasikan
tenaga kerja
Peramalan penjualan sebagai contoh aspek pemasaran ini
akan digunakan oleh beberapa bagian dalam perusahaan dan sangat membantu
terhadap proses persiapan.
Biasanya ramalan penjualan dibuat untuk jangka waktu
tertentu apakah satu tahun atau lima tahun mendatang. Dapat pula ramalan
penjualan dibuat satu bulan atau mungkin lebih dari lima tahun.
Meskipun banyak perusahaan yang membuat ramalan penjualan
tahunan tetapi dapat pula dipecah menjadi ramalan bulanan atau kuartalan.
Biasanya ketepatan ramalan semakin berkurang apabila periode waktu ramalannya
semakin panjang dari waktu sekarang.
Aspek Pemasaran : Analisa
Pesaing
A. Identifikasi
Pesaing
Untuk
mengetahui jumlah dan jenis pesaing Berta kekuatan dan kelemahan yang mereka
miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap. Pembuatan peta persaingan
yang digunakan untuk melakukan analisis pesaing memerlukan langkah-langkah yang
tepat. Langkah-langkah ini perlu dilakukan agar analisis pesaing tepat sasaran
dan tidak salah arah. Langkah yang pertama yang perlu dilakukan perusahaan
adalah dengan Identifikasi seluruh pesaing yang ada. Langkah ini perlu
dilakukan agar kita mengetahui secara utuh kondisi pesaing kita. Dengan
demikian, memudahkan kita untuk menetapkan langkah selanjutnya.
Identifikasi pesaing meliputi
hal-hal berikut.
1. Jenis
produk yang ditawarkan
2. Melihat
besarnya pasar yang dikuasai (market share) pesaing
3. Identifikasi
peluang dan ancaman
4. Identifikasi
keunggulan clan kelemahan
B. Menentukan
Sasaran Pesaing
Setelah kita
mengetahui pesaing dan market share yang telah dikuasai, kita perlu mengetahui
sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran
pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan
mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.
Jika
sasarannya untuk memperbesar pasar, kita perlu mengetahui apakah pertumbuhan
market share yang dimiliki cukup besar. Biasanya meningkatkan market share
dapat dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang
baru yang gencar pula. Peningkatan market share juga dapat dilakukan dengan
cara penurunan harga, mengingat mereka memiliki biaya operasional yang relatif
lebih rendah. Hal yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market
share dapat pula dilakukan dengan cara mengambil market share pesaing
lainnya.
C. Identifikasi
Strategi Pesaing
Tujuan
perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk memenangkan
persaingan. Oleh karma itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri
untuk mematikan lawannya. Semakin ketat persaingan, maka semakin canggih
strategi yang dijalankan. Strategi untuk mematikan atau memperlemah lawan
selalu dilakukan. Siapa yang lengah akan terkena dampaknya. Bukan tidak mungkin
setiap strategi yang dijalankan memiliki kemiripan. Oleh karena itu, perusahaan
harus pandai memulai dan mengakhiri.
Berbagai
strategi dapat dijalankan oleh pesaing. Secara umum strategi-strategi tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Strategi menyerang pesaing yang
lemah lebih dahulu,
2. Pesaing langsung menyerang lawan
yang
3. Strategi gerilya
4. Bertahan terhadap setiap serangan
yang dilakukan lawan atau mengimbagi serangan yang dilakukan lawan.
D. Analisis
Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
Sama seperti
halnya dengan perang militer, serangan terhadap musuh dapat dilakukan setelah
kita mengetahui seberapa kekuatan amunisi kita dan kelemahan amunisi lawan. Di
samping itu, juga harus dilakukan pada waktu yang tepat. Demikian pula halnya
dalam dunia bisnis, sebelum melakukan serangan terhadap pesaing, terlebih
dahulu perusahaan harus mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh
pesaing. Kekuatan yang dimiliki pesaing harus dipertimbangkan mengingat mereka
dapat pula memanfaatkan kekuatan untuk melakukan serangan balik. Sementara itu,
mengetahui kelemahan pesaing memudahkan perusahaan untuk melakukan serangan
balik. Identifikasi kelemahan dan kekuatan dapat dilakukan melalui tahaptahap
sebagai berikut:
1. mencari dan mengumpulkan data
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan sasaran, strategi, dan kinerja
pesaing;
2. mencari tahu kekuatan pesaing
dalam hal keuangan, sumber daya manusia, teknologi, serta lobi di pasar;
3. mengetahui market share yang
dikuasai pesaing dan tindakan pesaing terhadap pelanggan;
4. mencari tahu kelemahan pesaing
dalam hal keuangan, sumber daya manusia, teknologi, serta lobi di pasar.
Kelengkapan
produk pesaing terdekat kita bandingkan dengan produk yang kita miliki, baik
dari segi jumlah maupun kelebihan produk itu sendiri. perusahaan yang memiliki
produk yang lengkap dan memiliki kelebihan tertentu akan lebih unggul
dibandingkan perusahaan kita, paling tidak untuk sementara waktu. Hal itu
memudahkan kita untuk menutupi kelemahan yang kita miliki.
pelayanan
yang diberikan kepada pelanggan sangat dipengaruhi oleh teknologi yang dimiliki
oleh sebuah perusahaan. Teknologi yang dimiliki tersebut menyebabkan pihak
pesaing menjadi unggul apabila kita tidak menyainginya. Teknologi akan
mempercepat proses transaksi yang diberikan. Di samping kecepatan, teknologi
juga memberikan keakuratan sehingga setiap kesalahan dapat diminimalkan. SDM
yang dimiliki pesaing pun perlu dipertimbangkan. SDM yang berkualitas akan
berpengaruh terhadap pelayanan yang diberikan karena ia akan dapat memberikan
kecepatan, ketepatan, dan keakuratan pelayanan. Namun, jika SDM yang dimiliki
tidak berkualitas, yang terjadi adalah sebaliknya.
E. Identifikasi
Reaksi Pesaing
Setiap
tindakan atau serangan yang kita lakukan, baik secara langsung ataupun tidak
langsung akan menjadi perhatian pesaing. serangan yang kita lakukan akan
menimbulkan reaksi dari pesaing-pesaing kita. Tindakan pesaing terhadap
serangan yang kita lakukan ditanggapi secara beragam oleh pesaing, mulai
langsung membalas, diam, berusaha mempelajari terlebih dahulu, baru melakukan
serangan balasan. Perusahaan yang kuat biasanya langsung menyerang balik. Oleh
karena itu, kita juga harus mempertimbangkan reaksi pesaing terhadap tindakan
yang kita lakukan. jangan sampai serangan balik malah menjadi bumerang bagi
strategi kita. Sebagai contoh, beberapa reaksi pesaing terhadap serangan
Yang lakukan adalah sebagai
berikut.
1. Apabila kita menurunkan harga,
akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga pula, bahkan mungkin lebih rendah
dari pada yang kita lakukan.
2. Apabila kita memberikan hadiah
(berupa undian atau Langsung) akan dibalas pula dengan pemberian hadiah yang
lebih baik.
3. Apabila kita memberikan diskon
dalam jumlah tertentu kepada pelanggan, pesaing juga memberikan diskon yang
lebih menarik dengan nilai yang lebih tinggi pula.
4. Apabila kita membebaskan biaya-biaya
seperti biaya administrasi, sudah pasti akan diikuti pesaing dengan jumlah
biaya yang lebih murah.
5. Apabila kita membuka cabang di
suatu lokasi, akan dibala, oleh pesaing dengan membuka cabang di lokasi
perusahaan kita.
Oleh karena
itu, untuk melawan pesaing, kita perlu memprioritaskan mana yang akan kita
serang lebih dahulu dan mana yang berikutnya. penyerangan hendaknya dilakukan
secara hati-hati, baik itu serangan secara langsung, bertubi-tubi, ataupun
secara bergerilya. Penyerangan langsung mungkin dilakukan terhadap pesaing yang
lemah.
Kita juga
harus pandai melakukan penyerangan untuk menghindari pesaing yang kita anggap
kuat sementara waktu. Seperti yang dijelaskan scbelumnya, pesaing yang kuat
akan segera membalas jika diserang. Oleh karena itu, kita harus mengukur
kekuatan kita sebelum melakukan penyerangan serta mengukur kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki oleh pesaing.
F. Strategi
Menghadapi Pesaing
Strategi
menghadapi pesaing dapat dilakukan dengan cara melemahkan dan menghancurkan
pesaing dengan ineniasang strategi yang kompetitif. Strategi kompetitif
dilakukan dengan melihat posisi keberadaan kita, sebelum melakukan penyerangan.
Posisi ini akan menetukan model serangan yang akan kita lakukan. Posisi kita
dibandingkan dengan pesaing dapat diukur dari kemampuan keuangan, teknologi,
dan sumber daya manusia yang kita miliki.
Strategi
untuk menghadapi pesaing dapat dilakukan untuk posisi-posisi sebagai berikut.
1. Strategi
Pemimpin Pasar (Market Leader)
2. Strategi
Penantang Pasar (Market Challenger)
3. Strategi
Pengikut Pasar (Market Follower)
4. Strategi
Relung Pasar (Market Nicker)
Untuk
menghadapi pesaing yang semakin kompetitif, perusahaan perlu melakukan berbagai
serangan ke arah pesaing dari segala penjuru atau dari bagian-bagian tertentu,
seperti kelemahan pesaing. Tujuannya adalah menghambat gerak maju pesaing atau
bahkan mematikan satu per satu pesaing yang ada sekaligus atau perlahan-lahan.
Di samping itu, serangan digunakan untuk mempersulit pesaing barn untuk masuk
ke industri yang sama. Strategi penyerangan yang dapat dilakukan terhadap
pesaing terdiri dari lima cara berikut.
1. Serangan
Frontal (Frontal Attack)
2. Serangan
Samping (Flanking Attack)
3. Serangan
Melambung (Bypass Attack)
4. Serangan
Gerilya (Guerilla Attack)
Aspek Pemasaran : Promosi
dan Media Promosi Berbasis TI
Promosi merupakan ujung tombak dari aspek pemasaran dalam
pengelolaan usaha.
Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan
produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan
pembelian.
Promosi merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek
pemasaran dimana melalui promosi, penjual dapat memberikan informasi secara
luas mengenai produk, mempengaruhi dan melakukan langkah persuasif kepada
konsumen, dan juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Promosi
merupakan suatu info maupun tindakan mengajak yang dilakukan satu arah dalam
rangka memberikan pengarahan kepada seseorang maupun sekelompok orang untuk
melakukan sesuatu yang mengarah pada pertukaran pada pemasaran.
Definisi
lainnya menyebutkan bahwa promosi merupakan segala hal terkait kegiatan
pemasaran yang memiliki tujuan dalam mendukung permintaan. Hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan promosi adalah sebagai berikut :
1.
Tujuan
Promosi
Promosi memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga dalam
penyusunan strategi promosi dapat tepat sasaran dan dilakukan seefisien
mungkin. Berikut tujuan dari promosi :
- Memberitahu
konsumen tentang penawaran produk
- Mengingatkan
kepada konsumen akan manfaat dari produk yang kita tawarkan
- Membujuk
konsumen untuk melakukan transaksi pembelian
- Merubah
perilaku konsumen
- Mempertahankan
merk produk perusahaan di mata konsumen
2.
Bauran
Promosi
Bauran promosi atau disebut dengan Promotional Mix dalam aspek pemasaran adalah kombinasi
strategi terbaik dari faktor yang terkait dengan periklanan, penjualan
langsung, dan berbagai alat untuk promosi yang telah direncanakan untuk
mencapai tujuan program penjualan.
Kita dapat melihat bahwa definisi tersebut
tidak menyebutkan secara jelas beberapa variable bauran
pemasaran selain periklanan dan personal selling. Pada initnya
variabel yang ada di dalam bauran promosi ada 4 yaitu :
- Periklanan
Periklanan adalah bentuk presentasi dan promosi non
privat mengenai ide, produk yang dibiayai oleh pihak bersponsor tertentu.
Dalam kaitannya dengan pengertian tersebut, Nickles telah
memasukkan beberapa pihak yang bisa menjadi sponsor : yaitu tidak hanya
perusahaan saja tetapi juga lembaga-lembaga non profit oriented seperti lembaga
pemerintahan, lembaga pendidikan dan sebagainya termasuk individu-individu.
Komunikasi
Pemasaran yang
dilakukan oleh sponsor bersifat massal karena menggunakan media massa seperti
radio, televisi, surat kabar, majalah, pos, papan nama, sosial media (youtube,
instagram, facebook, twitter, dll) dan sebagainya.
Iklan yang dipasang pada media-media tersebut dapat memberikan
umpan balik kepada sponsornya meskipun dalam tenggang waktu tertentu atau tidak
secepat personal selling.
Dalam kegiatan periklanan pada aspek pemasaran dalam
pengelolaan usaha terdapat dua keputusan penting yang harus diambil yaitu :
- Menentukan
iklan yang harus disampaikan kepada pasar yang dituju
- Memilih
media yang paling sesuai
- Personal
Selling
Terjadi interaksi secara langsung dengan adanya pertemuan
antara penjual dan pembeli. Komunikasi yang terbentuk bersifat individual dan
dilakukan timbal balik. Keduanya dapat memberikan tanggapan masing-masing dan
dilakukan secara fleksibel sesuai dengan kondisi yang ada.
Kegiatan pada aspek pemasaran ini tidak hanya terjadi di
tempat pembeli saja tetapi juga dapat dilakukan di tempat penjual atau toko.
Sebagai contoh : Jika seorang pembeli memasuki toko untuk
membeli Televisi berwarna. Pada umumnya disambut lebh dahulu oleh
pelayan/tenaga penjualannya. Jika pelayan tersebut tidak terlalu sibuk maka ia
dapat mencurahkan perhatiannya kepada calon pembeli yang bersangkutan.
- Publisitas
Publisitas pada bagian dari fungsi yang lebih luas,
disebut interaksi masyarakat dan merupakan berbagai tindakan untuk memrpoduksi
dan mempertahankan interaksi yang memberikan benefit antara organisasi dengan
masyarakat termasuk pemilik perusahaan, pekerja, organisasi pemerintahan,
penyalur, serikat buruh, di samping juga calon pembeli.
Komunikasi dengan masyarakat luas melalui hubungan
masyarakat ini dapat mempengaruhi kesan terhadap sebuah organisasi maupun
produk atau jasa yang ditawarkan.
Aktivitas hubungan masyarakat ini memiliki peran penting
dalam mendukung perusahaan dalam meraih target usahanya dan mampu diatur
untuk mengkondisikan iklim yang dapat memberikan efek positif supaya dana yang
diinvestasikan lebih menjamin.
Jika sebuah perusahaan berusaha mengadakan hubungan yang
menguntungkan dengan masyarakat dengan membuat berita komersial dalam media,
kegiatan huma seperti ini disebut publisitas. Lain dengan periklanan,
komunikasi yang disampaikan dalam publisitas ini berupa berita bukan iklan.
- Promosi
Penjualan
Aktivitas pada promosi penjualan antara lain : peragaan,
pertunjukkan dan pameran, demonstrasi dan sebagainya. Bisanya kegiatan ini
dilakukan bersamaan dengan kegiatan promosi lain dan biayanya relatif lebih
murah dibandingkan periklanan dan penjualan secara langsung.
Promosi dikatakan lebih fleksibel dikarenakan dapat
disesuaikan dengan biaya yang ada dan dilakukan dimanapun.
Pada kampanye promosi perusahaan dapat menggunakan salah
satu variabel tersebut atau kombinasinya yang dikoordinir dengan strategi
produk, harga dan distribusi. Secara bersama-sama variabel tersebut mampu
membentuk marketing mix yang ditujukan untuk mencapai pasar.
3. Media Promosi
Berbasis TI
1.
Televisi
Media televisi adalah media yang paling termasyhur di antara
media-media lainnya. Hal ini dikarenakan media televisi adalah media yang
paling efektif dalam menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan melalui media
televisi akan diwujudkan dalam bentuk audio (suara) dan visual (gambar).
Perpaduan audio dan visual tersebutlah yang menjadikan seseorang lebih tertarik
untuk menonton televisi dibandingkan dengan mengkonsumsi media-media
lainnya. Penyampaian pesan melalui gambar gerak dan audio yang mendukung
juga menjadikan pesan lebih mudah tersampaikan. Masyarakat pun akan lebih mudah
mencerna pesan-pesan yang diterima melalui media televisi. Kekurangan dari
mempromosikan produk bisnis anda melalui media televisi antara lain adalah
harganya yang relatif mahal. Ya, beriklan di televisi paling tidak menghabiskan
jumlah hingga ratusan juta pada setiap detiknya. Berminat?
2. Website
Majunya media internet membuat website semakin diminati
oleh masyarakat untuk mempromosikan produk bisnisnya. Melalui website, anda
bisa mengiklankan produk bisnis lengkap dengan spesifikasi dan kelengkapan
informasinya. Pada website, anda bisa mengiklankan atau mempromosikannya
melalui website pribadi, yang memang sengaja dirancang khusus sebagai media
promosi dari produk bisnis anda, ataupun website orang lain yang memiliki
traffic yang cukup padat. Jika anda memilih website orang lain sebagai media
promosi, anda dapat mengemas promosi dalam bentuk iklan yang muncul di halaman
website orang lain tersebut.
3. Jejaring sosial
Maraknya media internet yang terus mengembangkan
eksistensinya, membuat berbagai macam jejaring sosial menjadi sebuah media
komunikasi yang tak kalah penting keberadaannya. Jejaring sosial kini menjadi
efektif dalam mengkomunikasikan sesuatu baik yang sifatnya pribadi, umum,
bahkan untuk kepentingan bisnis sekalipun. Anda dapat mempromosikan barang atau
jasa yang anda tawarkan melalui jejaring sosial kepada khalayak umum lewat
dunia maya, seperti melalui jejaring sosial Facebook, Instagram, Twitter, Blog,
Youtube dan lain sebagainya.
Sumber :
· Basu Swastha DH dan Irawan. 2008. Manajemen
Pemasaran Modern. Yogyakarta. Liberty Offset.
·
Kasmir Kewirausahaan Edisi
1. pnerbit: Jakarta PT RajaGrafindo Persada, 2006.
·
Kasmir
dan Jafar. Studi kelayakan Bisnis. Edisi ke dua. Jakarta: Persada
Media, 2004.
·
Manajemen
perbankan Service.
Edisi ke dua. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005.







